communicationdomain

Analisis Transaksional

Posted on: December 18, 2010

by: A.C.S.

 

Teori ini sangat membantu kita dalam memahami psikologi diri kita sendiri dan oranglain melalui transaksi komunikasi antarindividu. Perilaku komunikasi akan menjadi cerminan kepribadian seseorang. Berbagai bentuk kenyataan psikologis terbentuk dari berbagai memori-memori khas yang mewakili kenyataan psikologis tersebut. Dan kenyataan psikologis inilah mendasari segala perilaku dan perbuatan manusia. Dengan teori ini pula kita dapat mempelajari bagaimana seharusnya menghadari seseorang dengan kepribadian tertentu sehingga tercipta hubungan yang harmonis serta berbagai tujuan komunikasi lainnya.

 

ASUMSI DASAR

1. People are OK

AT memandang semua orang adalah OK. Semua orang dianggap mempunyai dasar yang sama sebagai pribadi yang menyenangkan dan berkeinginan untuk mengaktualisasikan dirinya. Ini lebih merupakan pemyataan kualitas atau potensial ketimbang keadaan aktual. Masing-masing manusia selalu bernilai, berguna dan memiliki kemampuan-kemampuan tertentu, sehingga layak diperlakukan secara patut.

2. Semua orang memiliki kapasitas untuk berfikir

Memikirkan keputusan untuk bersikap dan berperilaku untuk mencapai kehidupan yang memuaskan. Setiap individu berkeinginan untuk menciptakan sebuah hubungan yang saling mendorong ke arah yang positif. Membantu, mengayomi, mendengarkan, dan kegiatan-kegiatan lainnya.

3. Manusia memutuskan sendiri jalan hidup mereka sendiri dengan membuat keputusan pada naskah awal kehidupan mereka, dan keputusan itu dapat diubah.

Karena manusia memiliki kemampuan berfikir tersebut, maka manusia pun memiliki kemampan untuk melakukan sesuatu yang berpengaruh kepada jalan hidup mereka, terlepas dari negatif atau positif perilaku dan jalan hidup yang dijalani. Kemampuan manusia pun tidak sebatas hanya menentukan lalu menjalaninya. Namun pada prosesnya, perubahan jalan pikiran atau perilaku akan terjadi seiring dengan kemampuan manusia untuk terus berusaha mencapai tujuan hidup.

 

ASUMSI TEORI

AT menyatakan bahwa setiap manusia, tua-muda, wanita-pria, memiliki 3 kenyataan psikologis yang mendasari segala perbuatannya. Ketiga kenyataan psikologis ini dinamakan status ego. Status ego ini berasal dari hasil rekaman-rekaman/memori yang disimpan didalam otak yang kedepannya rekaman tersebut akan menjadi acuan dalam bertindak atau saat menghadapi suatu transaksi komunikasi. Status ego ini pun dibagi menjadi 3 bagian dan bagian-bagian tersebut akan diisi dengan berbagai memori yang nantinya memori tersebut akan membentuk karakter masing-masing status ego tersebut.

  1. Status Ego Orangtua

Status ego orangtua ini dibentuk disetiap masing-masing individu berdasarkan apa yang mereka terima sebagai perlakuan dari orangtuanya, apa yang mereka lihat dari orangtuanya, dan berbagai macam kejadian luar biasa yang dipaksakan masuk sebagai memori berlabel “status ego orang tua”. Pada status ego orangtua terekamlah berbagai macam nasehat-nasehat. Segala sesuatu yang kita terima dari orangtua akan kita telan mentah-mentah sebagai suatu kebenaran, terlepas hal tersebut baik atau buruk. Status ego orangtua ini dicirikan dengan berbagai macam norma dan aturan yang akan memproteksi diri kita maupun upaya kita memproteksi orang-orang sekitar kita.

Status ego orangtua terdiri dari 2 sisi, nurturning parent (orangtua pembimbing) dan critical parent (orangtua pengkritik). Orang tua pembimbing lebih menekankan pada posisinya sebagai orangtua yang lembut, penuh kasih sayang, pengertian, selalu mendengarkan anaknya, dan mempunyai aturan-aturan yang masuk diakal. Sedangkan orangtua pengkritik adalah orangtua yang lebih menekankan dirinya sebagai orangtua yang menghakimi. Ketidak-konsistenan hidup kita juga merupakan akibat dari status ego orangtua kita yang saat kecil sempat merekam ketidakkonsistenan orangtua saat memberikan aturan namun orangtua malah melanggar aturan tersebut.

  1. Status Ego Anak

Saat status ego orangtua berorientasi merekam kejadian-kejadian yang berasal dari luar, status ego kanak-kanak merekam peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam diri kita sendiri. ini merupakan tanggapan atas sensasi-sensasi yang diterima, yang dilihat dan didengar atas kejadian dari luar. Hal ini menyangkut perasaan atas tanggapan yang ia terima.

Status ego kanak-kanak lebih menekankan pada bagaimana seorang individu dalam mengungkapkan perasaannya. Status ego seseorang sedang beraksi jika ia secara jujur mengungkapkan perasaan dan pendapatnya, secara verbal maupun non verbal.

Status ego kanak-kanak dapat dibagi dua, yaitu anak bebas/alamiah (Free/Natural Child) dan anak yang menyesuaikan diri (Adapted Child). Free child adalah bagian status ego kanak-kanak yang digunakan untuk mengungkapkan segala perasaannya, apa yang ia inginkan, apa yang ia butuhkan. Free child adalah perilaku dan perasaan yang spontan. Perasaannya terungkap dari kata-kata, nada suara, dan ekspresi wajah. Lalu adapted child adalah sisi kepribadian kita dalam merespon apa yang diperintahkan orangtua. Satu lagi, ada sisi status ego kanak-kanak yang dinamakan the little proffesor, dimana saat anak-anak memiliki keingintahuan yang sangat tinggi, daya imajinasi yang tinggi, serta keinginan bereksperimen terhadap sesuatu yang baru juga sangat tinggi.

  1. Status Ego Dewasa

Menurut Eric Berne dalam Transactional Analysis in Psychotherapy, Status Ego dewasa pada prinsipnya adalah mengubah ransangan-ransangan menjadi bagian-bagian informasi, mengolah dan menyimpan informasi tersebut atas dasar pengalaman yang telah dihayati (Thomas A Harris, 1969. 25).

Status ego dewasa bagaikan komputer yang digunakan untuk mengolah data dan membuat keputusan setelah menerima informasi dari tiga sumber: status ego orangtua, kanak-kanak, dan informasi yang didapatkan sendiri. status ego dewasa memeriksa apakah dalam rekaman status ego orangtua masih sesuai dengan keadaan zaman sekarang atau tidak. Dengan mengkolaborasikan dengan data yang didapatkannya sendiri, status ego dewasa dapat menentukan sebuah rekaman masih layak dipertahankan dimemori kita, atau jika sudah “kadaluarsa” data status ego orangtua itu dibuang. Status ego dewasa bukan bertindak sebagai penghapus status ego lainnya, tapi disini status ego dewasa bertindak menyaring data dari bagian orangtua dan kanak-kanak tersebut adalah baik atau tidak. Status ego dewasa itu terkenal dengan daya nalar yang baik, sesuai fakta, tidak emosional, dan komunikasi dua arah. Status ego dewasa selalu masuk diakal.

 

Sikap Hidup

SAYA TIDAK OKE, KAMU OKE

Ini merupakan sikap dasar yang dibentuk saat masa kecil kita. Sebenarnya dalam sikap ini terdapat rasa OKE. Seorang bayi bisa hidup jika ia dirawat. Sikap ini juga menunjukkan rasa TIDAK OKE, yaitu kesimpulan atas diri sendiri. Namun, kanak-kanak adalah mahluk yang lemah, tidak mempunyai referensi apapun untuk melakukan sesuatu. Satu-satunya cara adalah menolongnya. Ditolong oleh orang lain. Pertentangan antara Freud dan Adler adalah: bukan seks yang merupakan perjuangan dasar manusia dalam hidupnya, melainkan perasaan rendah diri, rasa TDAK OKE, yang nampak jelas dalam diri manusia. Adler mengatakan bahwa seorang anak kecil menganggap dirinya kecil dan tak berdaya karena ia membandingkan dirinya dengan orang lain yang dewasa di lingkungannya. SAYA TIDAK OKE artinya, saya pendek, saya kecil, saya bodoh. KAMU OKE maksudnya kamu tinggi, kamu besar, kamu pintar.

SAYA TIDAK OKE, KAMUPUN TIDAK OKE

Pada awalanya kita memiliki sikap hidup Saya tidak oke, kamu oke. Namun, mengapa tiba-tiba “kamu oke” itu berubah menjadi “kamu tidak oke”?. Disaat kita masih bayi kita diberikan berbagai perhatian dan manjaan dari orangtua kita. Kita merasa ringkih tanpa kehadiran rasa manja tersebut. Semua apa yang kita lakukan selalu diperhatikan dan dibantu. Namun, ditahun-tahun kehidupan kita selanjutnya, orang-orang yang anak kecil beri label “kamu oke” tersebut makin lama makin berkurang perhatiannya. Sehingga ekspektasi anak-anak yang tinggi akan perhatian pada orang-orang tersebut kandas karena berkurangnya perhatian tersebut. Hal ini mengakibatkan bergesernya persepsi anak-anak dari “kamu oke” ke “kamu tidak oke”.

SAYA OKE KAMU TIDAK OKE

Orang dengan sikap SAYA OKE KAMU TIDAK OKE mengalami kekurangan dorongan. Disaat orang-orang terdekatnya melakukan berbagai tindakan yang tidak menyenangkan, akan timbul rasa “kamu tidak oke” tersebut. Ia tidak memiliki tempat pelarian dalam membantu dirinya mengobati “luka” tersebut. Hal ini malah makin menegaskan dirinya bahwa tidak ada yang peduli kepadanya. Sehingga secara natural, seseorang yang mengalami kondisi seperti ini akan berusaha mengobati dirinya sendiri. Ia akan berdiam sendiri, merenungi setiap perbuatan yang diterimanya, secar verbal maupun nonverbal. Setelah ia sembuh dari sakitnya sendiri, akan timbul rasa bahwa “tanpa orang lain saya masih bisa bertahan hidup. Saya tidak butuh orang lain”.

Walaupun ada dorongan yang baik maupun tidak, semua orang dianggap tidak oke. Karena orang dengan sikap ini menganggap hanya dirinya sendirilah yang dapat memberikan dorongan pada dirinya. dari status ego orangtuanya untuk berlaku kejam. Semuanya berlandaskan rasa benci.

Untuk seorang anak dengan sikap SAYA OKE KAMU TIDAK OKE merupakan keputusan terbaik untuk melindungi dirinya sendiri. Dia menjadi tidak objektif. Dia selalu menyalahkan oranglain. Mereka menjadi tidak mempunyai ‘suara hati’. Mereka berpendapat mereka OKE dengan apapun yang mereka lakukan. Ini disebut kebebalan moril.

SAYA OKE KAMU OKE

Namun sikap keempat ini didasari pada pikiran, kepercayaan, dan untung-rugi perbuatan. Keputusan untuk menetapkan suatu sikap merupakan tugas pertama status ego dewasa pada anak dalam usahanya mengartikan makna hidupnya. Sikap sikap ini diputuskan atas dasar status ego orangtua dan kanak-kanaknya. Sikap ini didasarkan pada emosi atau kesan-kesan, tanpa dipengaruhi atau dipengaruhi data-data dari luar.Sikap hidup seperti sangatlah optimistik sifatnya. Sebab dari sikap yang kita ambil ini, tidak hanya diri kita yang terpengaruh oleh sikap SAYA OKE KAMUPUN OKE, namun seluruh orang disekitar kita juga bisa merasakan kekuatan positif sikap ini. Sikap seperti ini sangat dibutuhkan untuk orang yang bertindak sebagai motivator, para terapis, psikolog, psikiater, dan lainnya. Sebab dengan sikap hidup seperti ini kita bisa menyebarkan energi positif dan bisa merubah sikap hidup oranglain pula.

Bentuk Bentuk Transaksi

Complementary Transaction

Ini merupakan transaksi yang saling melengkapi, artinya komunikator dengan status egonya menerima respon dari komunikannya dengan status ego yang diinginkan oleh komunikator.

Contoh komunikasi yang sifatnya melengkapi

Status ego orangtua – status ego orang tua

Ransangan: Benar-benar keterlaluan para pejabat di negeri ini!

Tanggapan: Mereka memang goblok! Tak tahu diri!

Disini terjadi kepuasan setelah mencela orang lain. Karena pada rekaman status ego orangtua, mengkritik dan menyalahkan orang lain adalah OKE. Terdapat rasa puas jika kita menyalahi oranglain dan didukung oleh orang sekitar kita.

Dalam transaksi komplementer pada status ego kanak-kanak terjadi pengawasan yang dilakukan oleh status ego dewasa. Apabila tidak terjadi pengawasan maka yang akan timbul adalah transaksi silang.

Crossed Transaction

Transaksi jenis ini berisi bahwa komunikator tidak menerima tanggapan seperti apa yang iinginkan. Terjadinya kesalahpahaman dalam jenis transaksi bersilang ini sehingga mengalami kesulitan dalam hubungan.

Contoh dari transaksi bersilang

A: Ma, besok aku mau pergi main.

B: Tidak boleh! Lebih baik baca buku saja di rumah

 

A                           B

Ulterior Transaction

Adalah transaksi tersembunyi. Transaksi ini sangat menghambat kelancaran komunikasi. Misalnya seseorang mengatakn sesuatu yang menurut dirinya memperlihatkan status ego dewasanya. Sedangkan penerima menganggapnya sebahai status ego orangtua atau sebaliknya. Transaksi ini sulit terindentifikasi karena menyangkut pikiran terdalam seseorang.

 

Daftar Pustaka

Harris, Thomas A. 1987. Saya Oke Kamu Oke (I’m OK – You’re OK). Jakarta: Penerbit Erlangga.

Berne, Eric. Games People Play: The psychology of human relationships

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: