communicationdomain

FORMAT DISKUSI

Posted on: December 17, 2010

Diskusi Meja Bundar :

Kelebihan :

– menyebabkan arus komunikasi yang bebeas di antara anggota-anggota kelompok

– terjadi jaringan komunikasi semua saluran

– memudahkan partisipasi spontan yang lebih demokratis daripada susunan meja segi empat yang lebih otokratis dan kaku

– memungkinkan individu berbicara kapan saja tanpa ada agenda yang tetap.

– Mengisyaratkan waktu yang tidak terbatas dan kesempatan yang sama untuk berpartisipasi.

– Lebih informal

Kekurangan:

– Sifatnya terbatas

– Tidak dapat digunakan dalam diskusi yang bersifat formal.

Contoh : Diskusi dalam belajar kelompok

Simposium :

Kelebihan :

– Simposium menyajikan informasi untuk dijadikan suber rujukan khalayak dalam mengambil keputusan pada waktu yang akan datang

– Informasi diklasifikasikan berdasarkan urutan logis, perbedaan titik padang, atau pemecahan alternatif

– Setiap bagian dari pokok bahasan diulas oleh seorang pembicara pada waktu yang sudah ditentukan

– Hadirin dapat mendiskusikannya dalam forum yang diatur oleh moderator, sehingga proses diskusinya pun menjadi sangat teratur dan rapi.

– Dapat dipakai pada kelompok besar maupun kecil.

– Dapat mengemukakan informnasi banyak dalam waktu singkat.

– Pergantian pembicara menambah variasi dan sorotan dari berbagai segi akan menjadi sidang lebih menarik.

– Dapat direncanakan jauh sebelumnya.

Kekurangan :

– Kurang spontanitas dan kneatifitas karena pembahas maupun penyanggah sudah ditentukan.

– Kurang interaksi kelompok.

– Menekankan pokok pembicaraan.

– Agak terasa formal.

– Kepribadian pembicara dapat menekankan materi.

– Sulit mengadakan kontrol waktu.

– Secara umum membatasi pendapat pembicara.

– Membutuhkan perencanaan sebelumnya dengan hati-hati untuk menjamin jangkauan yang tepat.

– Cenderung dipakai secara berlebihan.

Contoh : Konfrensi Pers

Diskusi Panel :

Kelebihan :

– Membangkitkan pikiran.

– Mengemukakan pandangan yang berbeda-beda.

– Mendorong ke analisis lebih lanjut.

– Memanfaatkan para ahli untuk berpendapat dan proses pemikirannya dapat membelajarkan orang lain.

Kelemahan :

– Mudah tersesat bila moderator tidak terampil.

– Memungkinkan panelis berbicara terlalu banyak.

– Tidak memberi kesempatan peserta untuk berbicara.

– Cenderung menjadi serial pidato pendek.

– Membutuhkan persiapan yang cukup masak.

Contoh : Diskusi panel, biasanya untuk membahas suatu hal yang membutuhkan banyak pembicara (panelis I, Panelis II, Panelis III). Misalnya ketika terdapat diskusi tentang “pengelolaan sampah di bandung”, maka panelis2nya adalah orang-orang yang berhubungan dengan masalah tersebut dengan jabatan yang berbeda.

Kolokium :

Kelebihan :

– Memberian kesempatan kepada wakil-wakil khalayak untuk mengajukan pertanyaan yang sudah dipersiapkan kepada seorang atau beberapa orang ahli

– Bersifat teratur dan formal

Kekurangan :

– Diskusi diatur secara ketat oleh moderator sehingga penanya tidak dapat bertanya dengan leluasa

– Ahli biasanya hanya diizinkan menjawab pertanyaan, tidak boleh bertanya.

Contoh : di amerika biasanya terdapat perdebatan terbuka antar calon presiden ”public debate

Forum (ceramah)

Kelebihan :

– Menambah pandangan dengan reaksi pengunjung.

– Dapat dipakai terutama pada kelompok yang besar.

– Dapat dipakai untuk menyajikan keterampilan yang banyak dalam waktu singkat.

– Pergantian pembicara menambah vaniasi.

– Reaksi pengunjung mendorong pengunjung untuk mendengarkan dengan lebih banyak perhatian.

Kelemahan :

– Membutuhkan banyak waktu.

– Pribadi masing-masing pembicara dapat memaksakan pada materi yang kurang tepat.

– Tanggapan dari kelompok tertunda.

– Sulit mengendalikan waktu.

– Periode forum mudah terulur.

Contoh : Komunikator menggabungkan pertanyaannya sendiri, pertanyaan dari khalayak dan pertanyaan-pertanyaan lainnya yang digabungkan untuk menghasilkan suatu diskusi terbuka yang informatif dan menghibur.

Prosedur Parlementer

Kelebihan :

– diskusi akan berjalan sangat teratur karena terdapat peraturan tata tertib selama mengadakan diskusinya.

– secara ketat memaksa kelompok mendiskusikan hanya satu persoalan pada satu saat

Kekurangan :

– hanya dengan suara dua pertiga diskusi dapat dihentikan

– yang boleh bicara diatur oleh ketua. Sehingga orang lain yang mempunyai ide-ide kreatif akan tersendat bila tidak ditunjuk oleh ketuanya.

– Segala hal ditentukan dalam sidang sehingga, sudah dapat diramalkan waktu bicara seseorang.

Contoh : Sidang di Parlemen

 

Sumber: Rakhmat, Jalaluddin.1985. Psikologi Komunikasi. Bandung : Remadja Karya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: